People aren’t either wicked or noble. They’re like chef’s salads, with good things and bad things chopped and mixed together in a vinaigrette of confusion and conflict.
Lemony Snicket, The Grim Grotto (via kushandwizdom)

Curhat Pengajar Kroco

Pasangan muda, kalau capek sama kerjaan, pasti ingetnya sama anak. Pokoknya begitu inget anak, capeknya ilang dan langsung semangat kerja lagi.

Buat gue yang masih jomblo dan tiba-tiba punya “anak” banyak, sama juga dengan pasangan muda, “anak” tersebut lah sumber semangat gue. Sebandel apapun mereka, serusuh apapun mereka, tetep aja kalau udah lihat foto-foto mereka pas di kelas, bawaanya suka senyam-senyum sendiri.

Terus jadi semangat untuk menulis dan bikin bahan ajar yang seru. Biar mereka seneng kuliah di kampus super mini nan sepi ini.

Apalagi kalau lagi grading paper atau kuis, rasanya bosen, suntuk dan capek, tapi juga jadi otomatis kebayang polah tingkah mereka di kelas. Terus jadi senyum-senyum sendiri. Terus suntuknya ilang sementara.

Semoga kelak mereka jadi orang yang sukses, berguna bagi keluarga, masyarakat sekitar dan bangsa. Aamiin.

Suatu hari, entah kena angin apa, tiba-tiba iseng daftar konferensi riset nasional RCCCH-Universitas Udayana. Ternyata lolos. Pas presentasi paper… abis kebantai gara-gara topiknya super sensitif.

Suatu hari, entah kena angin apa, tiba-tiba iseng daftar konferensi riset nasional RCCCH-Universitas Udayana. Ternyata lolos. Pas presentasi paper… abis kebantai gara-gara topiknya super sensitif.

Pandawa Beach

Pandawa Beach

Kepada Mahasiswa SMB 9B dan 9C Tersayang, 

Terima kasih banyak kalian sudah hadir di kelas pada dua hari ini. Semoga apa yang kita diskusikan di kelas hari ini bermanfaat buat kita ya. Saya mohon maaf ya, kalau dongeng saya dua hari ini agak monoton. 

Meski hanya menjadi dosen pengganti untuk dua hari ini, saya merasa senang bisa dapat kesempatan untuk ngajar kalian. Sebab, saya belajar banyak hal dari kalian. Melalui kalian, saya belajar untuk sabar menghadapi segala bentuk tingkah laku aneh mahasiswa. Mulai dari selfie di kelas ketika kuliah masih berlangsung, mojok di dekat dispenser kelas sambil main handphone, berisik sendiri saat teman kalian sedang presentasi, dan yang paling parah, salah satu dari kalian ada yang nungging-nungging di depan kelas sambil pamer boxer. Saya nggak ngerti lagi deh, kenapa kelakuan kalian ini tak ubahnya anak kecil yang haus perhatian. Mungkin, karena dulu kalian diasuhnya oleh embak ya? Bukan oleh mama dan papa. 

Melalui kalian pula akhirnya hari ini saya belajar untuk ngomelin mahasiswa. Tapi jangan diambil hati ya, cukup direnungkan saja. Percaya deh, saya bukan tipikal dosen yang suka ngomel nggak jelas. Mudah-mudahan cukup sekali ini aja saya ngomelin kalian. 

Kalau nanti kalian diajar oleh dosen yang lebih senior, jangan bandel-bandel ya di kelas. Harus bisa jaga perilaku. Nggak boleh berisik di kelas. Nggak boleh mainan handphone di kelas. Kalian harus bisa duduk tenang ya pokoknya. Kasihan dosen yang senior kalau kalian masih petakilan kayak dua hari ini. Mereka bisa kena stroke melihat tingkah kalian. 

Terlepas dari tingkah kalian yang super rusuh dan ajaib, pada akhirnya selalu ada perasaan senang dalam hati saya usai ngajar kalian. Rasanya kayak tiba-tiba punya adek banyak banget, sampai lebih dari 30 orang. 

Saya yakin di masa yang akan datang, kalian semua akan jadi orang sukses. Makanya, mulai hari ini nggak boleh bandel dan berisik lagi ya di kelas. 

Peluk cium, 

Kak/Ibu Fitri 

SMB 9C: ceweknya cuma lima orang, sisanya cowok semua. Dosen-dosen paling males kalau dapet jatah ngajar kelas ini. Karena banyak cowoknya, kelasnya super rusuh. Apalagi ada Ciputra The Pinky Boy, biang rusuh sejagad raya. Tapi setelah ngerasain ngajar kelas ini, mereka manis-manis kok sebenernya. Sebelum kuliah pada baca buku, sebagian juga cukup kritis di kelas. 
Selesai kelas, gue minta foto bareng, haha. Semester ini cuma dapet ngajar SMB 9C sekali. Bakal kangen sama rusuhnya ini kelas.

SMB 9C: ceweknya cuma lima orang, sisanya cowok semua. Dosen-dosen paling males kalau dapet jatah ngajar kelas ini. Karena banyak cowoknya, kelasnya super rusuh. Apalagi ada Ciputra The Pinky Boy, biang rusuh sejagad raya. Tapi setelah ngerasain ngajar kelas ini, mereka manis-manis kok sebenernya. Sebelum kuliah pada baca buku, sebagian juga cukup kritis di kelas.
Selesai kelas, gue minta foto bareng, haha. Semester ini cuma dapet ngajar SMB 9C sekali. Bakal kangen sama rusuhnya ini kelas.

Thought via Path

"Traveling lah selagi muda dan single." —TNT RTW Part 1 – Read on Path.

Visa Oh Visa

  • Visa paling menyeramkan selain Visa AS adalah Visa Schengen. Semuaaaa orang selalu parno sama yang satu ini. Gue yakin kalau Kedubes negara Uni Eropa jualan "kunci jawaban" visa ala ala anak SMA mau UN, pasti laku keras.
  • Weekend lalu gue iseng browsing tentang kisah mengajukan aplikasi Visa Schengen, lewat Kedubes Perancis. Hampir semuanya bilang kalau dokumennya lengkap, pasti lolos. Jadi gak usah pusing, yang penting dokumen lolos.
  • Gue akan mengulas tentang Visa Schengen ini di post terpisah. Di post ini gue mau curhat dulu. Haha.
  • Salah satu dokumen yang wajib ada adalah fotokopi rekening koran selama 3 bulan terakhir. 2012 waktu apply visa Schengen lewat Polandia, gue pakai rekening koran bokap gue. Dan alhamdulillah aman-aman aja, visa gue tetap keluar. Waktu itu, kondisinya gue berangkat sebagai mahasiswa. Sekarang kondisinya gue berangkat sebagai pelancong. Gue ngga paham apakah boleh pakai rekening koran orang tua apa nggak. Masalahnya, kalau pakai rekening koran sendiri... maka gue mesti mulai pinjem duit buat sementara waktu ditaro di dalam rekening gue.
  • Katanya sih, tujuan dari pemeriksaan rekening koran ini adalah untuk meyakinkan pihak Kedubes bahwa kita nggak akan jadi gembel di sana. Makanya, kata orang minimal saldo yang harus ada adalah 80 Euro dikali dengan jumlah hari yang dihabiskan di Eropa. Ada juga yang bilang minimal 30 Juta Rupiah.
  • Gue baca di beberapa blog masalah minimum saldo rekening ini memang masih menjadi misteri. Seorang kawan cerita, katanya, ada yang saldonya cuma 15 Juta Rupiah dan dia tetep dapet visa. Beberapa orang juga bilang bahwa dengan punya stiker visa Schengen dari Polandia, harusnya gue aman.
  • Gue sempat berpikir untuk mengajukan visa lewat Kedubes Italia. Rencananya kita juga akan singgah cukup lama di sana. Italia bukan negara superior dalam gugus Uni Eropa, kali aja persyaratannya lebih lunak. Haha. Jadi rekening bersaldo apa adanya pun nggak masalah.
The girl with random thoughts.
Stalk her at @fitrisafira.

twitter.com/fitrisafira

view archive



aksara.pictura

Ask Fitri