Reflection. 

Reflection. 

Curhat Hari Minggu

Salah satu rekan kerja gue sedang bersiap-siap untuk cabut dari Indonesia buat sekolah S3 di Inggris. Di kampus gue, dia ngajar Accounting. Tapi kali ini dia mau sekolah tentang Corporate Governance. Yah, masih nyerempet ke Akuntansi lah. Dosen pembimbing gue dulu, tahun 2015 dia juga bakal cabut untuk sekolah S3, tapi belum tahu di mana. Beliau akan sekolah tentang Capital Structure.

 Karena gue saat ini terdaftar sebagai staf di salah satu institusi pendidikan, tahun 2018, gue dijadwalkan untuk sekolah S3, kalau otak gue mampu. Pertanyaan yang paling penting sebenarnya bukan apakah otak gue mampu atau tidak, itu bisa dilatih. Pertanyaan yang paling krusial adalah: nanti gue mau sekolah apa?

Gue sempat tertarik dengan bidang behavioral finance. Tetapi, karena pasar modal itu kurang halal, gue jadi menjauhi hal-hal yang berbau trading dan saham dan pasar modal. Sesekali gue masih mengikuti berita terkini dari market, tapi udah nggak se-antusias dulu lagi.

Pekerjaan gue di kampus, selain menjadi trainer kroco, gue juga terkadang membantu desk study bidang inovasi. Gara-gara gue mulai terpapar radiasi gagasan Schumpeter ini, behavioral finance jadi kehilangan daya tariknya di mata gue. Gagasan Schumpeter ini terlihat lebih seksi bagai Taylor Lautner gak pake baju.

Sebagai mantan mahasiswa finance major, gue merasa ilmu finance gue semakin terdegradasi. Pertama, karena, pekerjaan gue jauuuuh dari hal-hal yang berbau keuangan. Kedua, karena, di waktu luang pun yang gue baca adalah kisah tentang inovasi dari berbagai aspek. Mulai dari bagaimana Christensen menurunkan gagasan Schumpeter yang abstrak menjadi sesuatu yang lebih konkrit, sampai dengan “gaya” inovasi di beberapa perusahaan di Indonesia. Oh satu lagi, di waktu luang gue juga membaca timeline Path dan Murakami.

Keahlian lain yang mulai terdegradasi adalah kemampuan menulis gue. Suatu hari di sharing session CIC, gue pernah bertanya tentang kemungkinan untuk menulis kasus tentang perusahaan yang menjadi objek studinya CIC. Lalu Bu Ida, salah satu dosen di kampus gue mengatakan bahwa hal itu diperbolehkan. Sejujurnya, waktu itu ada niatan untuk mencoba untuk menulis kasus sendiri. Tapi niat hanyalah niat. Sampai sekarang outline kasus pun belum ada; dan setiap gue ketemu Bu Ida, yang terjadi adalah: 1) Dia elus-elus kepala gue (mungkin gue ini lucu seperti kucing), 2) Dia akan mengomentari apakah hak sepatu gue sudah cukup tinggi, 3) Dia akan berkata, “Manaaa kasus KAI-nya, Fitri? Udah jadi kamu tulis apa belom? Kalau udah nanti aku email ke Pak Jonan, biar dia baca.”

Jujur aja, rasanya sulit sekali untuk mulai menulis kasus. Entah mengapa rasanya susah aja. Berbeda dengan ketika gue ingin menulis blog. Tinggal buka laptop, lalu mengalirlah huruf demi huruf, kata demi kata. Gue ingin bisa menulis kasus yang lebih indah daripada kasus Nissan. Gue ingin bisa menulis menulis novel, yang kalau orang baca, dia tau tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan inovasi.

Baiklah, mungkin gue membutuhkan tekanan yang lebih besar lagi. Bukan hanya sekedar repetan Bu Ida soal kasus KAI. Tapi sesuatu yang lebih besar dengan besaran Pascal tingkat dewa, sesuatu yang bisa menggerakkan gue untuk benar-benar menulis. 

Fuwwwaaaaah.
Lama banget kayaknya nggak pernah post apa-apa di Tumblr. Bukan berarti nggak pernah nulis atau motret lagi sih, tapi karena tulisan gue sekarang bermuara di tempat lain. Hehe. Tapi kalau foto-foto, iyah, mereka masih teronggok rapi di dalam hard disk.

Sekarang, gue menjabat sebagai Koordinator Youth Chapter di Center of Innovation and Collaboration, semacam pusat kajian inovasi gitu di kampus. Kerjaan gue di sana adalah membaca semua hal yang berbau inovasi, lalu menulis artikel tentang inovasi. Gue juga bertanggung jawab untuk event-event tertentu.

Di kampus, gue juga jadi mentor untuk mata kuliah Self Development dan Community Development. Lucu aja sih, tahun lalu gue masih menjadi mentee. Sekarang gue yang jadi mentor.

Agak keder juga lama-lama, karena gue tidak hanya bekerja sebagai karyawan di Direktorat Executive Development Program, tapi juga di pusat kajian kampus dan sekolah tinggi. Makin banyak peran yang gue jalani, makin banyak pula tanggung jawab yang gue pikul. Kayak yang Uncle Ben bilang ke Peter Parker, “With great power comes great responsibility.”

Karena gue orangnya introvert, cuek, dan socially awkward, tidak mudah bagi gue untuk menjalankan peran ini. Leadership skill gue juga cupu banget, sehingga terkadang gue tidak cukup pede untuk memimpin. Terus gue sulit banget rasanya untuk speak up soal ide-ide atau opini yang ada di kepala gue. Rasanya menulis lebih mudah daripada harus ngomong.

Tapi yaudah, teman-teman gue bilang ini proses belajar. Awalnya kaku kayak kanebo kering, tapi nanti lama-lama juga basah dan lentur kok.

Anyway, Kamis kemari gue nonton konser Brass and Strings di Goethe. Guess what, gue nontonnya sama temen-temen kampus gue! Musik klasik memang bukan sesuatu yang digemari oleh teman-teman gue. Tapi kemarin mereka mau nonton and they said, konsernya bagus dan mereka suka! Yeay!

Terus, gue juga baru tahu kalau Bu Erlinda suka Murakami. Hahaha, akhirnya ada orang lain yang ‘anti-mainstream’ juga di kampus.

Gue kadang merasa seperti alien karena gue menyukai apa yang tidak disukai oleh orang-orang di kampus. Makanya, ketika ada orang lain yang punya kesukaaan yang sama dengan gue, rasanya wow banget, haha XD

In the moment when I truly understand my enemy, understand him well enough to defeat him, then in that very moment I also love him. I think it’s impossible to really understand somebody, what they want, what they believe, and not love them the way they love themselves. And then, in that very moment when I love them…. I destroy them.
Ender’s Game
allaboutchinese:

做你想做的梦,去你想去的地方,成为你想成为的人吧,因为你只有一次生命,一个机会去做所有那些你想做的事。Dream what you want to dream; go where you want to go; be what you want to be; because you have only one life and one chance to do all the things you want to do.

allaboutchinese:

做你想做的梦,去你想去的地方,成为你想成为的人吧,因为你只有一次生命,一个机会去做所有那些你想做的事。
Dream what you want to dream; go where you want to go; be what you want to be; because you have only one life and one chance to do all the things you want to do.

That's My Boy!

  • Arkan: Kak, aku sebel banget deh sama temen aku. Udah selera fashionnya jelek banget, terus dia nyemok (merokok) lagi.
  • Gue: Kalau kamu nyemok nggak?
  • Arkan: Enggak lah. Coba deh Kakak pikir, kita tuh hidup di Jakarta aja napasnya menghirup polusi. Nggak ngerokok aja paru-paru kita tuh udah rusak, apalagi kalau nyemok, pasti makin rusak lah.

I dream of big, big, blue skies

Painted with giant white clouds

Below which I lay my self down

On a soft silky meadow

I dream of a beautiful summer 

When the wind breeze

And embrace our pace

When the birds chirp

And sing us the melody of faith

I dream of a bright winter

When the naked trees

Are covered with snow

When the rooks

Are back to roost

And the snowmen

Are dancing again 

The girl with random thoughts.
Stalk her at @fitrisafira.

twitter.com/fitrisafira

view archive



aksara.pictura

Ask Fitri